Kesenian Reyog sudah menjadi identitas bagi Kabupaten Ponorogo. Oleh karena itu Ponorogo disebut kota Reyog. Kesenian ini sudah dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia bahkan di luar negeri. Seni sendratari ini dalam pertunjukannya secara garis besar terilhami oleh dua versi. Pertama, versi Ki Ageng Kutu yang membuat Reyog sebagai manifestasi sindiran kepada Bhre Kertabumi atau Prabu Brawijaya V Raja Majapahit yang dalam pemerintahanya dikuasai oleh permaisurinya. Simbolisasi harimau melambangkan kekuasaan raja dan burung merak simbol dari permaisuri yang menguasai kepala harimau.
Baca PesanDAFTAR BUKU LAINNYA
Dr. Hery Ernawati, S.Kep., Ns., M.Kep., Dr. Sri Susanti, M.A. dan Lusiana Ambarsari, S.Tr.Keb., M.Keb.
Detail
Dr. Ida Yeni Rahmawati,M.Pd. dkk
Detail
Prof. Dr. Sudarno, S.T., M.T
Detail
Dr. Ardhana Januar Mahardhani, M.KP., Dr. Sulton, M.Si. , Dr. Sri Katoningsih, M.Pd. dan Muhammad Azam Muttaqin, M.Pd.
Detail
Rizqy Fathu As-sa’adah, Abdul Aziz Syaifuddin, I Wega Rezareffita, Ananda Eriana, Nada Nadhifia Antony, Ersa Apriyolasani, Kartika Vebiyanti, dkk
Detail
SRI HARTONO, ALIP SUGIANTO, NANANG CENDRIONO
Detail
Rizal Arifin, S.Si., M.Si., Ph.D
Detail
Happy Susanto, Ayok Ariyanto dan Devid Dwi Erwahyudin
Detail
Ellisia Kumalasari, S.Pd., M.Pd., Dr. Munaji, S.Si., M.Si dan Dr. Fauzan Masykur, S.T., M.Kom., Jamilah Karaman, S.Kom., M.Kom
Detail
Dr. Sudarno, S.T., M.T dan Ir. Fadelan, MT
Detail